Wanita muda berbeda
Selama satu bulan penuh mereka turun dari menara gading kampus, menikmati kelezatan dan keseruan menyeru pada kebaikan, bukan hanya pada orang tua, anak sekolah, remaja dan anak balita, namun juga pada pepohonan, sebagaimana perintah Tuhan, untuk menanam pohon meski hari esok adalah hari kiamat, dimana gunung gunung berterbangan dan bayi menyusui dicampakan.
Selain mengajar didalam kelas, masjid, TPA dan majelis taklim, wanita wanita istimewa ini mengadakan acara Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim, entah dari mana sumber dana mereka, ditengah keterbatasannya mereka masih mampu dan mau berbagi, membuat hati ini malu dan agak nyeri.
Sesungguhnya kalian adalah wanita muda berbeda, meski bukan berasal dari kaum berada, namun justru dengan keterbatasan, kalian berhasil melampaui wanita lainnya, saat seusia kalian asyik masyuk dengan dunia korea, hp terbaru, media sosial dan pacaran monyet.Kalian malah tenggelam dalam usaha membahagiakan umat, meski harus berada jauh ribuan kilometer dari hangatnya dekapan orang tua dan nikmat masakannya.
Selamat jalan wanita muda berbeda, terima kasih atas pengajarannya, semoga kemuliaan dan keberkahan ramadhan setia menemani langkah kalian dimanapun berada.
Mohon maaf bila tak layak & tak sopan
Menjura