coretan dianrehem Seminar Bela Negara dan Kurikulum Merdeka

Article Image

Seminar Bela Negara dan Kurikulum Merdeka
#coretan_dianrehem

Acara Seminar yang diadakan Dewan Dakwah dihadiri oleh guru-guru MI Attaqwa dan sekolah lainnya. Ada 120 orang yang terdata, tapi yang dateng ternyata buanyak. Nasi 160 box ludes, panitia ga kebagian. Tapi gapapa, kita pesen nasi Padang aja pake ayam. Wkwk.

Seru liat animo peserta. Melihat dan merasakan semangat di wajah mereka. Terasa ketakzhiman mereka. Adem liat wajah para guru yang teduh, yang insyaa Allah qolbunya selalu terkait pada Pemilik Dunia.

Mereka mengikuti acara demi acara dengan khidmat. Meski mungkin jenuh, tapi mereka bertahan dengan tabah. Wkwk.

Yah, yang namanya seminar mah yak, peserta cuma duduk diem dengerin berjam-jam, ga leluasa wara-wiri, suasananya juga resmi ga bisa selonjoran kaya di rumah. Wkwk.

Tapi mudah-mudahan banyak ilmu yang bisa dibawa pulang.

Itu kan intinya. Dapet ilmu serta nambah wawasan dan pengetahuan. Yang penting gelasnya dikosongin dulu. Kalo gelasnya ditutup mah, yah, pada luber doang ga bisa masuk. Wkwk.

Apalagi narasumbernya keren-keren. Orang-orang yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Sangat menguasai materi. Hanya mungkin perlu sedikit improvisasi.

Saya ga bahas materinya yak. Bela Negara ama kurikulum merdeka mah audiens udah pada khatam. Udah ditulis juga ama Guru Habib. Mangga dibaca tulisannya.

Pematerinya tuh emang bukan kaleng-kaleng; Pak Doktor Abdul Rozak, Pak Doktor Jenderal Ikhwan Syataria, dan Pak Guru Hamim Anshori. Beliau-beliau ini sudah lama malang melintang di dunianya masing-masing. Dan mereka semua ternyata memiliki ikatan emosi yang kuat dengan Attaqwa.

Saya jadi melihat sebuah keindahan di sini. Sinergi antara guru-guru, Yayasan Attaqwa, Narasumber, dan Dewan Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Bekasi.

Ini bentuk kerjasama yang indah. Seperti menyatukan empat dimensi berbeda yang pada dasarnya adalah sama.

Wow.

Pak Doktor Abdul Rozak mengakui, rasanya berbeda ketika berbicara di hadapan audiens yang ini. Padahal beliau udah ga keitung jadi Narsum di banyak seminar. Tapi berbicara di hadapan guru-guru yang mayoritas Attaqwa rasanya lain. Ada sukacita dan semangat yang berbeda.

Masyaa Allah.

Tentu saja berbeda, Pak Doktor.
Karena ada ruh Kyai Noer Ali yang menyatukan kita. Membuat kegiatan ini lebih istimewa.

Ada Pak Kyai Irfan Mas'ud dan Pak Kyai Ahbab Akhfasy juga, beliau-beliau ini yang menjadi poros penyatuan antara Attaqwa dan Dewan Dakwah. Mereka bangga bisa bersinergi, mereka bangga bisa saling mengisi, mereka bangga bisa bersisian mencerdaskan umat.

Ruh Attaqwa yang melekat pada mereka, menjadikan ruh Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi terasa berbeda. Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi memiliki warna tersendiri dengan Pak Yai Ahbab sebagai nahkodanya.

Masyaa Allah.

Terima kasih Pak Yai Ahbab dan Pak Yai Irfan.

Terima kasih Attaqwa.
Terima kasih Dewan Dakwah Islam Indonesia.

__
Ujung Harapan, 10 Juni 2024
2 Dzulhijjah 1445 H