Sejarah Umat Islam bersama dewan dakwah

Article Image

Sepenggal Sejarah Umat Islam bersama Dewan Dakwah.


Yaa habyby, Jum, 9 Agu. Ditemani sarapan sehat ( baca jagung, singkong dan kacang rebus) hari ini para pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Kabupaten Bekasi diterima ketua Umum Dewan Dakwah DR Adian Husaini dengan ditemani ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Muhamad Natsir Bekasi, DR Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I disalah satu ruang gedung megah berlantai empat. Kampus STID M Nasir.

Sejarah perlawanan umat islam di Bumi Merah putih dalam menghadapi negara negara kafir penjajah saat merebut dan menjaga kemerdekaan, rasa rasanya akan menyertakan nama Majelis Islam A'ala Indonesia ( MIAI) dan Masyumi.

MiAI adalah ikhtiar puluhan organisasi islam pada tahun 1937 dalam rangka memperkuat Ukuwah Islamiyah dan  berpegang teguh pada tali ( agama) Allah  dan janganlah bercerai berai pada zaman Belanda.

Sedangkan Majelis Syuro Muslim Indonesia ( Masyumi)  adalah pengganti dari Majelis Islam A'ala Indonesia pada tahun 1943. Juga dalam rangka memperkuat Ukuwah Islamiyah dan berpegang teguh pada tali ( agama) Allah dan janganlah bercerai berai,  pada zaman Jepang.

Kedua organisasi tersebut mengkoordinasikan dan menyatukan umat dalam rangka mempertahankan akidah dan keutuhan dan kejayaan Bumi Merah Putih. Jihad fii sabilillah. Merdeka atau mati.

Selepas Masyumi dibubarkan oleh Sang Putra Fajar pada tahun 1960,  maka para tokoh umat islam, mencari jalan lain untuk menjaga akidah umat dan merawat kemerdekaan bumi Nusantara tercintah.

Ada tiga poros utama pilihannya. Kampus., Masjid dan Pesantren.

Tak lama kemudian lahirlah Sekolah Tinggi Islam ( SIT)  di Yogjakarta pada Juli 1945, dengan ketuanya wakil presiden Indonesia, Bung Hatta, pada akhirnya nanti SIT berubah menjadi Universitas Islam Indonesia. Perguruan Nasional tertua di Indonesia tercintah. Dari  rahimnya lahir orang orang hebat negeri ini.

Saat  Bung Hatta meresmikan dan menjelaskan betapa pentingnya Bendungan Asahan di Pulau Andalas sana, maka tak lama kemudian lahirlah Bang Imad Abdulrahim,  anak aktivis Masyumi dari Minangkabau. 

Buku Kuliah Tauhid karyanya, terbilang legendaris karena dicetak berulang berkali-kali dan diminati terutama oleh aktivis kampus di Indonesia dan negeri Upin Ipin.

Masjid Salman ITB adalah salah satu hasil karyanya, dimasjid tersebut kaderisasi dilakukan berulang ulang tak ada putusnya, bak ombak dilautan, lewat Latihan Mujahid Dakwah ( LMD). Nilai nilai Tauhid, Dakwah, Kepemimpinan dan Kebersamaan menjadi santapan sehari hari, bekal mengarungi dahsyatnya gelombang kehidupan.

Saat cengkraman tangan tangan kotor penjajah makin menyengsarakan warga Indonesia, maka lahir pondok pondok pesantren,  diantaranya Pondok Pesantren Attaqwa Ujungharapan Babelan Bekasi, karya Singa Karawang Bekasi, Allahuyarham KH Noer Alie.

Berawal dari sebidang tanah, kini mencapai ratusan hektare tanah, dari satu lembaga pendidikan, kini lahir ratusan lembaga pendidikan, dari satu murid, kini lahirlah ratusan ribu murid bahkan mungkin lebih, yang menjaga dan mengisi keindahan bumi pertiwi tercintah.

Mohon maaf bila tak layak & tak sopan
Menjura

#DewanDakwah